Apayang Anda tangkap sebagai panggilan hidup Anda itulah yang harus Anda kerjakan, meskipun itu berarti tantangan yang berat. Jangan pernah sekalipun memikirkan apa untung ruginya, bukankah Yesus pernah bersabda : " Carilah dahulu kerajaan Allah dan segala kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.".
Dengancara ini, Tuhan dapat membimbing kita; Dia dapat memberi kita iman dan kekuatan untuk membantu kita melalui segala rintangan yang mungkin kita hadapi, agar kita dapat berdiri teguh dalam kesaksian kita di tengah berbagai ujian. Inilah tiga prinsip doa yang harus dipahami oleh orang Kristen yang benar-benar percaya kepada Tuhan.
Remajasering mengalami kesulitan untuk mengetahui dan menyadari kemampuan yang dimilikinya, hal itu disebabkan banyak faktor : Pandangan Kristiani tentang Manusia sebagai Citra Allah • Hidup sehat diusahakan dengan cara : - menciptakan situasi yang kondusif - pangan, sandang, perumahan, pelayanan kesehatan, pendidikan, lapangan kerja
SocialConnect akan memberikan satu metode, yaitu life crafting, yang dapat menolong Socconians untuk menemukan tujuan hidup yang sesuai dengan versi ideal yang kita harapkan. Secara umum, life crafting merupakan proses ketika seseorang secara aktif merenungkan kehidupannya sekarang dan di masa depan, menetapkan tujuan untuk bidang-bidang
Halnyaterutama demikian bagi orang-orang yang digambarkan Paulus sebagai yang 'berkobar dalam nafsu berahi'.—1 Korintus 7:9, BIS. Yehuwa menaruh dalam diri manusia hasrat untuk menemukan pelengkap yang sejati dalam diri seorang lawan jenis. Maka, tidaklah mengherankan bahwa emosi-emosi demikian terasa kuat dalam diri banyak kristiani lajang.
Tapipas Arif kecelakaan dan masuk rumah sakit dan dia perhatian banget, sebagian besar teman-teman pada tahu deh. Dan teman-teman sering meledek sejak saat itu. Tapi ada juga lo pacaran cuma untuk status. Teman cewekku waktu kelas 3 misalnya, dia cuma pengen mendapatkan status buat pacaran. Anehnya, teman yang sebangku dengannya juga demikian.
RLFgN. “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” Amsal 2717 Tidak dapat dipungkiri, sejak adanya berbagai media sosial banyak orang menjadi sangat bersemangat untuk berkomunikasi dengan “teman”. Dengan berbagai aplikasi orang bisa berkomunikasi langsung melalui pesan tertulis ataupun pesan lisan kapan saja. Memang, sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan orang lain untuk bisa menjadi teman untuk berinteraksi. Kemajuan teknologi memang bisa membuat dua orang yang terpisah jarak ribuan kilometer, sepertinya ada dalam satu ruangan saja. Istilah teman sekarang ini bukan saja mencakup orang yang pernah kita temui, tetapi juga teman-teman maya yang sebenarnya tidak pernah kita kenal. Bahkan, dalam dunia maya, orang bisa jatuh cinta dan bermesraan bak sepasang merpati yang mabuk kepayang. Pada pihak yang lain, melalui media sosial orang juga bisa menabur benih kebencian atau menjadi korban tipuan orang lain. Sebenarnya, lebih dari teman untuk berinteraksi, sebagian orang mungkin membutuhkan teman hidup. Teman hidup adalah tempat kita untuk bersandar dan mencari rasa aman. Kita dapat mempercayainya untuk segala hal dalam kehidupan dengan bergantung pada rasa cinta dan hormat, serta memahami kebutuhan dan keinginan masing-masing. Ini mungkin cocok untuk dipakai untuk pasangan kita, suami atau istri. Hubungan yang nyata ini tidak dapat dibayangkan secara maya dalam media sosial. Walaupun bagi orang Kristen teman hidup berarti teman hidup untuk seumur hidup, terkadang seorang bisa kehilangan pasangannya, mungkin karena adanya penyakit, kecelakaan, atau juga usia tua. Lebih dari itu, di zaman ini banyak juga pasangan Kristen yang bercerai sekalipun itu bukan yang dijehendaki Tuhan. Karena itu, jika orang mengatakan bahwa suami dan istri adalah pasangan sehidup semati, itu tidaklah tepat. Teman hidup ada, tetapi teman mati tidaklah ada. Karena itu, dalam pernikahan orang Kristen, janji pernikahan hanya menyangkut kesetiaan selama hidup, sampai saat kematian memisahkan pasangan itu. Di surga, seperti yang kita ketahui, tidaklah ada hubungan suami istri. Di surga tidak ada kematian, karena yang ada adalah kehidupan kekal. Dengan demikian, di surga semua orang yang diselamatkan adalah teman hidup di dalam kasih karunia Yesus Kristus. Jelas bahwa tujuan orang Kristen dalam berteman selama hidup di dunia adalah mencari teman hidup. Teman selama hidup di dunia, dan teman selama hidup di surga, untuk selama-lamanya. Ini tidaklah mudah, karena teman selama hidup di dunia, mungkin bukan teman hidup di surga. Teman yang ditemui di surga, mungkin bukan teman selama hidup di dunia. Tetapi, setiap orang Kristen tentu berharap agar semua sanak dan teman kita di dunia akan bisa menjadi teman hidup kita di surga melalui karunia keselamatan dari Tuhan dan iman yang bebar. Ayat di atas adalah sebuah pengajaran kepada kita tentang makna sebuah hubungan antar sesama manusia sebagai makhluk sosial dalam sebuah komunitas. Komunitas hidup itu mungkin bisa di ibaratkan seperti sebuah tempat tukang besi dalam menempa besi atau logam untuk membuat sebuah alat. Misalnya membuat cangkul, pisau atau membuat alat-alat dapur lainnya. Besi dan logam itu telah dirancang namun membutuhkan tempaan, gesekan dengan sesama besi atau bahkan api yang sangat panas untuk menghasilkan benda yang baik dan berkualitas. Hal ini telah menjadi gambaran yang tepat dan indah dalam membentuk kualitas hidup persahabatan yag lebih bermakna sekalipun melalui jalan dipukul dan digesekan hingga terluka. Pengajaran ini disampaikan seorang Raja yang sangat berhikmat yaitu Raja Salomo. Salomo agaknya berharap supaya pengajaran ini memberikan makna pembentukan diri setiap orang melalui hubungan persahabatan selama hidup di dunia, yang terkadang membawa situasi yang panas. Namin, ini seharusnya tetap bisa menemukan makna yang baik. Ini adalah faktor positif yang membangun persahabatan. Walaupun demikian, beberapa teolog mencatat bahwa ayat ini menyangkut hubungan yang terkadang dapat berdampak negatif. Orang bisa memberi masukan ke orang lain, dan bisa memberi terlalu banyak usul, atau memaksakan pendapatnya. Seseorang dapat memperkenalkan yang lain kebiasaan buruk. Teolog-teolog ini berpendapat bahwa interpretasi negatif adalah lebih akurat secara alkitabiah. Misalnya, Ronald Giese berpendapat, “…bukti alkitabiah untuk bagian kata tajam’ menunjuk pada pengertian yang negatif, seperti lidah yang tajam’ yang menunjukkan niat untuk melakukan kecaman yang bisa membawa kehancuran. Pada dasarnya, penggunaan kata Ibrani yang diterjemahkan tajam dalam ayat ini, digunakan di tempat lain untuk hal-hal yang berkonotasi licik atau niat jahat. Ini sebenarnya bukan hanya terjadi di antara masyarakat non Kristen, tetapi juga sering terjadi di kalangan anggota gereja saat ini. Sehubungan dengan hal persahabatan selama hidup di dunia, Rasul Paulus dalam hidupnya seakan sudah bisa membayangkan apa yang kita alami sekarang. Itu karena pada zamannya, orang Kristen yang tinggal di Korintus menghadapi masyarakat yang mempunyai berbagai kepercayaan, kebiasaan dan budaya yang seringkali tidak sesuai dengan iman Kristen. Dengan itu, tidaklah mengherankan jika ada orang Kristen di Korintus yang terpikat oleh apa yang nampaknya baik. Mereka kemudian jatuh dalam dosa dan cara hidup yang kurang benar, dan kemudian mempengaruhi yang lain. Kepada jemaat Korintus Paulus mengingatkan “Janganlah kamu sesat Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.” 1 Korintus 1533-34 Pagi ini mungkin kita bersiap untuk ke gereja. Di gereja, kita bersekutu dengan saudara-saudara seiman, memuji Tuhan dan mendengarkan firman-Nya. Kita merasa tenteram dan bahagia, dan Tuhan terasa dekat. Mungkin kita berharap bahwa ketenteraman dan kebahagiaan juga bisa ditemui diantara beberapa teman-teman Kristen kita. Tetapi, seusai kebaktian kita akan kembali menghadapi dunia dengan segala tipu muslihatnya. Dalam hal ini, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa di dunia ini ada banyak orang Kristen yang sebenarnya tidak benar-benar mengenal Tuhan, atau tidak mengenal Tuhan dengan benar. Mungkin kita sudah terbiasa bergaul dengan mereka dan merasa bahwa mereka adalah orang yang baik. Tetapi firman Tuhan mengatakan bahwa kita tetap harus berhati-hati dalam berinteraksi, agar kita tidak mengikuti pandangan dan kebiasaan hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan yang sudah memerintahkan kita untuk mengerjakan iman kita dengan sungguh-sungguh. Kita harus mencari apa yang positif; dan menghindari apa yang negatif dalam pergaulan, yang tidak membawa kemuliaan bagi Tuhan. Orang Kristen haruslah mencari teman untuk hidup di dunia dan di surga!
Unduh PDF Unduh PDF Pernahkah Anda merasakan sentuhan semangat dan kasih dari Allah dalam hidup Anda? Apabila Anda mengungkapkan iman Anda pada Yesus Kristus dan mencintai orang-orang di sekitar Anda serta mencintai Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamat Anda, itu berarti Anda sedang memasuki hidup sebagai seorang Kristiani melalui iman Anda miliki. Tentu saja, iman merupakan suatu hal yang sangat penting dalam hidup Anda. Sebagai contohnya, iman itu seperti suatu keyakinan yang Anda miliki terhadap seseorang memboncengkan Anda pada kecepatan lebih dari 100 km/jam di jalur dua arah dan Anda hampir saja mengalami kecelakaan. Namun, iman memang tidak semenakutkan gambaran tersebut. Oleh karena itu, bila Anda memang telah memilih untuk menjadi orang Katolik dan Anda tidak mengetahui apa yang harus Anda lakukan, artikel ini bisa memberikan pencerahan yang bisa membawa Anda pada hidup yang baru dalam menghidupi kasih Kristus. Menjadi orang Kristiani tidaklah sulit karena Anda tidak membutuhkan ritual dan upacara khusus. Pada kebanyakan gereja Kristen Protestan, Baptis menjadi suatu simbol bahwa seseorang telah berubah dan bertobat pada Allah dan bersyukur atas wafat dan kebangkitan Yesus Kristus serta bersyukur atas penebusan dosa yang diberikan. Pada Gereja Katolik dan Ortodok, Sakramen menjadi suatu tanda yang digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang telah menjadi bagian dari Gereja dan untuk itu, Anda membutuhkan bimbingan rohani misalkan saja peneguhan dari seorang imam dari Gereja tersebut. Awal dari kelahiran baru ini akan membawa pada suatu perkembangan diri dalam melayani sesama dan hidup dalam Kristus. 1 Sadarilah bahwa Anda membutuhkan Yesus. Lihatlah kembali 10 Perintah Allah. Lalu, bertanyalah, apakah Anda telah berbohong? Apakah Anda telah menghujat Allah? Apakah Anda mencuri walau benda kecil sekalipun? Memiliki pikiran buruk atau bernafsu ketika melihat seseorang? Dalam pemahaman Kristianitas, kita terlahir ke dunia dengan dosa asal, dan bertindak layaknya seorang pendosa dalam hidup kita, bahkan setelah kita menerima Yesus dalam hdup kita. Sebagaimana yang Yesus katakan, “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” Matius 527-28. Orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh, dan tidak ada pembunuh yang memiliki hidup kekal di dalam dirinya 1Yohanes 315. Anda harus menghadap Allah pada hari penghakiman untuk mempertanggungjawabkan dosa Anda. Bila Anda meninggal dalam dosa, maka Allah akan melempar Anda ke Neraka, yang merupakan kematian kedua Anda, karena Anda tidak mematuhi perintah-perintah-Nya. Sadarilah juga, bahwa Allah telah mengutus Yesus untuk memberikan diri-Nya di salib; Bila Anda percaya, menerima Roh Kudus dalam hati Anda dan bertobat atas dosa Anda, maka Anda akan diselamatkan dari dosa Anda. Walau demikian, Anda tetap perlu melayani sesama sebagaimana Anda mengabdi pada Allah. Sebagai Sang Anak Manusia, Yesus bersabda, “Bapa, bila Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari pada-Ku – namun bukan karena kehendak-Ku, tapi kehendak-Mulah yang terjadi.”” Yesus telah memberikan dirinya sendiri sebagai korban supaya Anda bisa berbalik, menyesali dosa dan mengubah hidup Anda. “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaaan” Kisah Para Rasul 319 [1] 2Percayalah bahwa Yesus wafat di salib untuk dosa Anda. Percayalah juga bahwa Yesus telah wafat dan bangkit kembali dari kematian untuk menebus dosa Anda dan membuat Anda layak untuk Allah. 3Ungkapkanlah pertobatan Anda pada Allah. Nyatakanlah penyesalan Anda karena telah menjauhkan diri dari kekudusan-Nya. Inilah saat yang tepat untuk mengakui kegagalan dan ketidaktaatan Anda pada Allah. Percayalah bahwa Yesus Kristus mengampuni Anda. Selain itu, pertobatan selalu terwujud dalam perubahan hidup; Anda berpaling dari dosa Anda dan mengarahkan diri Anda pada Yesus Kristus. 4Ungkapkan kepercayaan Anda pada Allah. Secara khusus, ungkapkanlah kebutuhan rohani Anda serta kesadaran Anda bahwa Yesus adalah Allah dan Penebus. 5Ketahuilah sebanyak mungkin informasi tentang persekutuan umat Kristiani. Pahamilah tentang Gereja Baptis, Katolik, Lutheran, Methodist, Nondenominational, Ortodox, Pentakosta, Mormon dan lain-lain. Hal ini penting agar Anda mampu melihat persekutuan manakah yang paling dekat dengan ajaran Kristus, berdasarkan Sabda-Nya dalam Kitab Suci. Iklan 1Carilah persekutuan umat Kristiani dan jalinlah relasi dengan umat Kristiani lainnya. Kita tidak mungkin berjalan sendirian di dalam hidup ini. Sangatlah penting bagi seorang umat Kristiani untuk menemukan suatu persekutuan umat Kristiani yang mampu membantu Anda dan mendorong Anda pada iman baru serta iman yang berkelanjutan pada Allah. 2Mintalah dibaptis. Pembaptisan menjadi suatu tanda diterimanya seseorang dalam persekutuan Kristus. Ini bukanlah sesuatu yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan penebusan; ini merupakan suatu ungkapan, tanda atau simbol dari Karya Allah dalam hidup Anda. Hal ini bisa dilihat sebagai suatu ungkapan diri karena telah mengambil bagian dalam Kristus, dalam kematian dan kebangkitan-Nya di hati Anda. Ini juga menjadi tanda bagi bagi jemaat lainnya. Pembaptisan digambarkan oleh Rasul Paulus sebagai””Kita telah disatukan dengan Yesus melalui pembaptisan untuk ambil bagian dalam wafat-Nya; dan kemudian dibangkitkan dari wafat-Nya oleh kemenangan Bapa. Karena itu, kita sudah sepantasnya berjalan dalam hidup yang baru.””[2] 3Lanjutkan perjalanan hidup Anda. Setelah Anda menerima Kristus melalui penerimaan Roh Kudus dalam diri Anda, mengikuti-Nya di hidup Anda dengan berdoa, membaca Kitab Suci, serta meneladani hidup Kristus. 4Cintailah Yesus dan cintailah sesama dengan cinta kasih yang Yesus berikan pada Anda. Hal ini menunjukkan perubahan di hati Anda. Selain itu, mencintai orang lain merupakan aspek penting dalam hidup Kristiani. 5Jujurlah pada Allah dan pada Yesus. Bertobatlah atas segala tindakan, pikiran dan pandangan Anda secara sungguh-sungguh, lalu terimalah kasih Allah dan rencana-nya, sehingga Anda diselamatkan oleh Rahmat-Nya. Sangatlah tidak tepat bila Anda tidak mengaku dosa, bertobat dan diselamatkan karena bila Anda mengatakan “tidak” untuk hal tersebut, Anda akan dibuang ke Neraka dan tak ada satu orangpun yang menginginkan hal tersebut. 6 7 Bacalah Kitab Suci sesering mungkin. Lalu Anda akan mulai memahami apa yang harus Anda lakukan untuk berjalan bersama Allah. Untuk menjadi seorang “Krist”iani, Anda harus bertumbuh dalam Kristus Anda membutuhkan Injil “kabar gembira” Yesus Kristus, yang telah rela dihukum karena Anda, walau Anda telah melanggar perintah-Nya, serta telah menebus dosa Anda. Penebusan itu tidaklah Anda dapatkan, tapi itu diberikan melalui Rahmat Allah. Dia mengaruniakan kita penebusan dan iman dalam Putera-Nya, supaya kita diselamatkan dari Neraka. “Imanilah ajaran-ajaran utama” tentang wafat dan kebangkitan Yesus yang membawa penebusan ”Bertobatlah” atas segala dosa Anda dan terimalah Yesus Kristus sebagai Allah dan Penebus Anda. 8Terimalah “karunia dari Allah untuk Anda” dalam perjalanan hidup Anda bersama Kristus “Karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukanlah hasil usahamu, tapi pemberian Allah. Itu bukan hasil pekerjaanmu, sehingga tidak ada orang yang memegahkan diri.” Efesus 28-9 Iklan 1Pahamilah berbagai hal tentang Yesus dan percayalah bahwa Dia wafat dan bangkit dari kematian sebagai Penyelamat Anda dan lalu berdoalah untuk pertobatan Anda, pertobatan yang sungguh-sungguh kepada Allah, sebagaimana doa berikut “Allah Bapa, aku berpaling dari dosa-dosaku, dari segala perbuatan salahku; aku ingin berubah, dan aku benar-benar berterima kasih atas segala hal yang telah Engkau lakukan kepadaku dan karena aku sekarang telah Engkau ampuni dan Engkau selamatkan dari segala dosa-dosaku - sebagai suatu rahmat cuma-cuma, dan Engkau pun memberikan hidup baru kepadaku. Terima kasih atas karunia Roh Kudus-Mu yang aku terima dalam nama Yesus.”” 2 Berjalanlah dalam kasih, ikutilah Yesus dan katakan pada orang lain bahwa “Ada perantara untuk kita, yaitu Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah, yang adalah Allah dan Penebus bagi semua yang percaya pada-Nya. Bertobatlah dan mengikuti-Nya dan tentu saja, Anda harus mengikuti-Nya - dan berjalanlah dalam Roh " Mengikuti Yesus Kristus juga termasuk menghadiri pertemuan jemaat yang beriman pada-Nya, mau dibaptis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, sebagai suatu tanda penerimaan hidup yang baru, serta berdoa pada Allah, membaca Kitab Suci, serta menunjukkan kasih Allah melalui kebaikan, memaafkan orang lain, menciptakan kedamaian, beriman, serta menjalin relasi yang baik dengan jemaat lainnya” jangan sekedar hidup dalam prasangka Anda; jangan menghakimi orang lain secara kasar, dan tidak menghakimi diri sendiri juga; hiduplah dan berjalanlah dalam Roh Kristus, yang adalah Roh Allah, dalam iman, harapan dan kasih. Dengan demikian, hiduplah dalam Roh dan tak ada seorangpun yang bisa menjauhkan Anda dari tangan Yesus dan tangan Bapa; yang aman, terjaga. “Tapi, bila Anda bahkan hanya dalam pikiran Anda berdosa, dan Anda mengharapkan konsekuensi atas hal tersebut, mintalah penebusan sehingga ada dimaafkan, dan Anda bisa tetap hidup sebagai Anak Allah, dalam nama Yesus—yangbersatu bersama Allah, hakim sejati dari segala hal yang baik dan yang jahat. Kasih Allah sempurna dan menghalau segala ketakutan.” Iklan Pahamilah perbedaan dari berbagai macam gereja, seperti Ortodok dan Protestan. Untuk semua umat Kristiani yang sejati, Kekristenan bukanlah sekedar agama yang menyembah Sang Ilahi; itu merupakan hubungan personal dengan Yesus, Sang Perantara antara Allah dengan manusia, serta dengan Roh Kudus, yang menjadi rekan serta peneguh dalam hidup Anda dalam Kristus sebagaimana Yesus berjanji bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda. Ingatlah bahwa Allah akan selalu ada untuk Anda. Anda bisa berbincang dengan-Nya setiap saat melalui doa. Ingatlah bahwa Allah selalu mencintai Anda, apapun yang terjadi. Jangan bersumpah untuk sesuatu yang tidak penting contoh itu tidak penting Allah tidak bisa berbohong dan berbuat salah. Jangan pernah berpikir bahwa Allah melakukan suatu kesalahan atau tindakan yang tidak benar. Dia selalu tahu apa yang Dia lakukan, dan segala rencana-Nya untuk hidup Anda selalu bagus dan bisa Anda lakukan, bila Anda selalu berjalan lurus dan di jalan yang telah Allah berikan pada Anda. Anda akan menyadari bahwa berbincang dengan sesama umat Kristiani sangatlah penting. Carilah seseorang yang Anda hormati atas integritasnya serta pengetahuannya sebagai seorang Kristiani. Bacalah dan Anda akan diteguhkan oleh contoh-contoh karya Allah dalam hidup orang-orang yang telah menjadi umat Kristiani dan telah menerima mukjizat dan penyembuhan – dan percayalah apa yang Allah bisa lakukan pada hidup Anda. Bila seseorang mengatakan sesuatu yang menyakiti perasaan Anda, jangan membalasnya. Hal ini karena Yesus sendiri telah dituduh bersalah walau Dia tidak pernah melakukannya karena Dia itu suci, Dia tidak membalas atau pun marah. Ikutilah teladan-Nya ini. Ingatlah bahwa itu bukan sekedar doa. Setelah pertobatan Anda, Anda akan menerima Roh Kudus dan kekuatan untuk meneladani hidup Kristus. Selain itu, Allah menciptakan Anda untuk bisa berbahagia dalam hidup Anda. Jangan menyalahkan Kekristenan atas berbagai macam aturan moral dalam hidup yang membuat Anda kehilangan berbagai macam kesenangan dalam hidup, yang tak jarang justru mengarah pada dosa. Terimalah Allah sebagai sumber dari suka cita yang besar; dan biarkan itu yang jadi perhatian Anda. Tuhanlah yang nantinya akan diagungkan ketika Anda bisa merasa puas dengan segala yang Tuhan berikan. Dia menciptakan kita agar kita memahami,mencintai dan melayani-Nya “Apapun yang kamu lakukan untuk anak kecil ini, kamu melakukannya untuk-Ku,” kata Yesus dan untuk bersuka cita dalam Dia dan membagikan tujuan-Nya dalam hidup saat ini serta hidup yang akan datang. Jangan hanya terpaku pada berbagai tulisan tentang agama. Walau Anda berpikir bahwa membaca berbagai hal terkait agama akan membantu Anda memahaminya, ternyata itu barulah langkah awal. Anda bisa menemukan Allah dengan mengikuti jalan-Nya. Yesus pernah bersabda agar orang-orang mengikutinya dan “Aku serta Bapa-Ku akan hadir kepadamu dan tinggal bersamamu.” Semakin sering Anda menerima “Komuni Suci” - sebagai suatu karunia dari K ristus untuk semua umat manusia yang menyayangi-Nya - semakin sering pula Anda mengenangkan Yesus Kristus yang memberikan tubuh dan darah-Nya sebagai roti dan anggur dalam “Perjamuan Ilahi.” Jangan menyia-nyiakan hidup Anda. Kita hanya memiliki satu kesempatan dalam hidup ini untuk menjadikan “hidup dalam Kristus” sebagai tujuan dari segala hal yang dilakukan dalam hidup. *sadarilah bahwa ketika Anda menjadi seorang Kristiani yang sejati, Anda akan memiliki suatu pemahaman yang baru terhadap Allah. Setelah Anda bertobat atas segala dosa dan berbalik pada Allah, Anda harus membenci dosa-dosa yang sebelumnya Anda lakukan. Allah akan memberikan Anda hati yang baru dengan keinginan yang baru ketika Dia mengaruniakan Roh Kudus dalam hidup Anda. Ketika Anda membaca Kitab Suci, pahamilah itu bukan sekedar sebagai buku bacaan biasa. Pura-pura membaca hanya agar terlihat baik dan berpikir bahwa Anda telah melakukan hal baik bukanlah inti dari membaca Kitab Suci. Sederhananya, pahamilah satu bagian atau ayat pendek saja. Anda bisa juga mencoba membaca dan memahami ayat sebanyak yang Anda bisa pahami, tapi jangan sampai Anda justru merasa terlalu jenuh dengan hal tersebut. Ketika membaca Kitab Suci, Anda akan mulai menyadari betapa pentingnya mengetahui siapakah Yesus dan berbagai hal yang telah Dia lakukan. Selain itu, memahami peristiwa wafat dan kebangkitan-Nya juga akan sangat berguna bagi Anda. Setelah itu, Anda juga akan merasa tertarik untuk membaca tentang kesucian Yesus, yang sama sekali tak memiliki dosa. Penghakiman yang tidak adil serta kebangkitan-Nya dari kematian telah berubah menjadi suatu penebusan bagi mereka yang percaya pada-Nya. Kitab Suci menunjukkan bahwa “semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah Roma 323. Dengan kata lain, masing-masing dan setiap orang pasti telah berbuat dosa. Surat Santo Paulus kepada Jemaat di Roma pada ayat 623 juga menyebutkan bahwa “Upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Karena Allah mencintai Anda, Allah memberikan Putera-Nya, Yesus Kristus, untuk menebus Anda, dengan wafat-Nya. Yesus Kristus telah rela bertanggungjawab serta menebus segala hal yang telah Anda lakukan yang merupakan suatu hutang dosa yang besar supaya kita bisa melanjutkan hidup untuk semakin mampu mendekatkan diri pada Allah dalam doa dan menjalin relasi personal dengan Allah, diangkat dan diubah oleh kasih-Nya yang mendalam untuk menjadi anak-Nya yang terkasih. Kasih-Nya sempurna dan tak berkesudahan. Hadir pula Roh Kudus yang tinggal dalam diri Anda serta darah-Nya yang mengalir dalam nadi Anda dan membuat Anda sebagai putera Sang Raja. Anda tak lagi sekedar berjalan bersama-Nya, tapi berjalan di dalam Dia melalui iman Anda serta rahmat-Nya – sehingga kemudian Anda diperkenankan untuk melayani-Nya dengan cara mencintai sesama, serta bersaksi atas Dia. Kitab Suci juga menuliskan berbagai karya penebusan Allah di dunia. Kitab Suci di Kristen Protestan berisi 66 kitab yang dibagi dalam dua kategori, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian baru. Sedangkan, Kitab Suci Katolik berisi 73 kitab dan Kitab Suci Gereja Ortodok Timur memiliki jumlah kitab yang berbeda-beda. Empat kitab pertama dalam Perjanjian Baru disebut Injil “Kabar Gembira” karena kitab-kitab tersebut menghadirkan Injil yang bisa membawa Anda pada hidup baru dalam Yesus Kristus. Injil Yohanes umumnya dianggap sebagai Injil yang tepat untuk mulai memahami ajaran Yesus Kristus. Iklan Peringatan Bila Anda merasa bahwa Anda membutuhkan suatu perubahan dalam hidup Anda, menginginkan bebas dari segala tekanan dosa dan ingin belajar untuk menjalani hidup yang lebih baik tanpa adanya beban masa lalu, Anda bisa ke Gereja Katolik dan lihatlah Injil pada Injil Yohanes ayat 316 “Karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Itu berarti bahwa Allah mengutus Putera-Nya, Yesus, untuk mengambil beban dosa kita dan membebaskan kita melalui iman dan keyakinan kita pada-Nya. Ada beragam persekutuan umat Kristiani yang memiliki pendekatan berbeda dengan ajaran-ajaran-Nya. Oleh karena itu, carilah gereja Kristiani yang ajarannya berasal dari Kitab Suci dan dari Bapa-Bapa Gereja Perdana, bukan dari interpretasi mereka sendiri atas ajaran yang ada di Kitab Suci bukan juga berdasarkan ajaran dari suatu sekte atau persekutuan jemaat tertentu. Carilah referensi bacaan yang berdasarkan pada tulisan-tulisan Kitab Suci untuk mendapatkan informasi tentang ajaran-ajaran yang menarik untuk Anda. Selain itu, pelajarilah tulisan-tulisan pada Sejarah awal Gereja sebagaimana yang ada di Kitab Suci, serta sejarah dari Kekristenan. Walau umat Kristiani mengalami berbagai macam masalah, Anda juga akan mengalami suatu pengampunan, rahmat, penyembuhan dan mukjizat, termasuk juga karunia Penyelamatan dan hidup kekal. Yesus sendiri telah berjanji untuk menolong. Karena itu, berterima kasihlah pada Allah untuk hidup serta harapan abadi pada-Nya, dan jangan pernah menyerah dalam beriman. Ingatlah juga bahwa semua manusia itu tidak ada yang sempurna serta penuh dengan dosa. Oleh karena itu, bila Anda berdosa, bertobatlah atas dosa-dosa Anda tersebut. Anda perlu bertobat dan berbenah atas dosa yang Anda lakukan. Tanpa adanya pertobatan yang sungguh-sungguh, Anda tidak akan bisa menjadi orang Kristiani. Mengaku dosalah pada Kristus. Teruslah menuliskan pengalaman Anda bersama Allah dalam hidup keseharian Anda. Contohnya, buatlah suatu catatan doa Anda yang berisi doa dan serta hasil dari doa yang Anda lakukan. Berimanlah dalam memberikan kesaksian tentang Kristus. Setiap orang Kristiani bertanggung jawab untuk mewartakan Injil dalam perkataan dan perbuatan. Walau demikian, lakukanlah perutusan ini dengan penuh kelemahlembutan dan penuh perhatian. Dalam hal ini, Yesus tidak pernah mewartakan apa yang ingin didengarkan orang. Kalau demikian, tentu saja Dia tidak akan disalibkan. Ketika Anda mewartakan Injil, barangkali orang akan merasa tersinggung, tapi yakinlah bahwa jika mereka tersinggung, itu berarti bahwa itu dilakukan secara kurang tepat. Barangkali Anda dibujuk bahwa dengan menjadi orang Kristiani maka segala hal akan menjadi lebih baik; pernikahan Anda akan harmonis; Anda tidak akan pernah sakit; segala masalah dalam hidup akan terselesaikan dan beragam bujukan lainnya, Kenyataannya tidaklah demikian. Yesus sendiri juga bersabda bahwa orang-orang membenci-Nya, sehingga orang-orang tersebut juga akan membenci Anda Matius 249. Anda mungkin saja dihina, ditertawakan dan disiksa. Walau demikian, jangan biarkan itu menyurutkan iman Anda. Hidup yang seperti itu tak akan berlangsung lama dan yang menjadi ganjaran bagi Anda adalah hidup bahagia di Surga. Saat ini memang ada banyak orang yang tidak beriman, tapi itu bukan berarti bahwa Anda tidak boleh berteman dengan mereka. Justru jadilah teladan bagi mereka; itulah perilaku yang seharusnya Anda tunjukkan, sebagaimana yang juga Yesus lakukan. Walaupun Yesus duduk dan makan bersama orang-orang berdosa, Dia tetap mengajar dan mengarahkan mereka pada kesucian hidup. Dalam hidup ini, kita akan tersandung berkali-kali. Ingatlah betapa tinggi Anda juga telah terjatuh ke dalam dosa! Oleh karena itu, ampunilah orang lain sebagaimana Tuhan Yesus mengampuni Anda. Kitab Wahyu merupakan kitab terakhir pada Kitab Suci dan itu merupakan kitab yang sangat menarik untuk dibaca. Walau demikian, bila Anda membaca kitab ini tanpa pemahaman yang benar, itu bisa memberikan dampak yang buruk dan bisa memberikan pesan yang salah, seolah memberikan suatu kengerian, bukannya iman. Pastikan terlebih dahulu bahwa Anda telah memahami konteks Kitab Suci yang ingin Anda baca sebelum membaca kitab yang cukup rumit tersebut. Anda harus bisa memutuskan antara menerima Yesus dan menjadi orang Kristiani. Faktanya, tidak semua orang yang menyebut dirinya orang Kristiani percaya pada ajaran yang ada di Kitab Suci atau apa yang ada di artikel ini. Ada juga beberapa orang yang tidak percaya pada keilahian Yesus, Neraka dan dosa asal. Orang-orang tersebut menyebut diri mereka orang Kristiani sebagai suatu bentuk kepercayaan pada Tuhan, tapi menyangkal Kebenaran tentang Tuhan. Yang menjadi hal paling penting dalam menjalani hidup sebagai orang Kristiani adalah keyakinan pada nilai-nilai hidup sebagaimana yang Yesus ajarkan, dan mengikuti Hukum Utama, yaitu Hukum Cinta Kasih. Tentu saja Yesus mengajarkan untuk percaya pada Allah sebagai yang Nyata, Berkuasa dan sang Hakim. Dengan demikian, dengan menjalani hidup sebagaimana yang Yesus ajarkan sebagai orang Kristiani, sama halnya dengan percaya pada Allah dan percaya pada Yesus juga... Jangan melakukan sesuatu sekedar untuk mendapatkan jalan ke Surga karena orang diselamatkan bukan semata oleh “tindakannya” sendiri Efesus 29. Tindakan Anda yang tepat tersebut “hanyalah seperti kain kotor yang tidak bisa mendamaikan hubungan Anda dengan Allah” Yesaya 646. Itu seumpama ingin membersihkan diri Anda dengan kain kotor... Iklan Hal yang Anda Butuhkan Kitab Suci Kristiani Gereja Jemaat Kristiani Pendamping Ajaran dan tulisan tentang Gereja dan jemaat Kristiani dari berbagai jaman, yang memiliki pemahaman yang sama dengan Injil Yesus Kristus di dalam Kitab Suci. Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Baca juga sebelumnya Kriteria Teman Hidup Kriteria teman hidup yang kamu miliki juga akan menjadi dasar bagi kamu dalam memilih pria/wanita sebagai seorang “teman spesial”. Ini yang akan membuat kamu tidak salah pilih atau kompromi akan hal-hal yang menurut kamu gak sesuai. Kalau kriterianya adalah pria yang sabar dan penyayang, tentu kamu akan menghindari pria-pria yang berkata kasar dan mudah marah. Kalau kriterianya adalah wanita yang ramah dan murah senyum, tentu kamu akan memilih wanita yang disukai oleh banyak orang karena ia ramah. Ini juga akan menyangkut hal-hal sensitif, seperti iman atau keyakinan dan pola hidup. Misalnya seorang wanita yang berharap untuk memperoleh pria yang seiman dengannya Kristen, baik, sayang kepada keluarga, dan mempunyai perilaku yang baik. Kriteria yang telah dia buat ini pasti akan melindungi dia dari pria-pria lain yang tidak satu keyakinan dengan dia. Selain itu, juga dari pria-pria yang kasar kepada orangtua dan juga yang suka mabuk atau ke diskotik. Kriteria bukan diciptakan untuk menghalangi, namun untuk melindungi diri. Melindungi diri dari orang-orang yang mungkin mencintai dia namun tidak membangun. Kriteria Teman hidup Kriteria Teman Hidup Jadi Kunci Buat apa pacaran kalau tokh akhirnya hanya menjadi sarana pelampiasan kemarahannya saja. Atau malah harus menyangkali iman kepercayaan dia. Kan sayang… Hanya buang-buang waktu, tenaga, dan perasaan. Padahal di luar sana ada orang yang mencintai dia dengan lebih tulus, dengan kriteria baik yang telah dia tentukan. Namun ia harus gigit jari karena salah memilih. Salah memilih karena apa? Salah memilih kriteria. Maunya yang sabar dan penyayang, pengertian dan pekerja keras namun akhirnya harus kompromi karena dia didekati oleh orang yang ternyata tidak sabar dan penyayang, malas pula. Akhirnya? penyesalan…”sudah terlanjur sih Ce,” udah keburu sayang aku sama dia, ujar temanku di sela-sela pembicaraan kami mengenai teman hidup. Ucapan kata “terlanjur” adalah salah satu bentuk penyesalan dari sebuah keputusan yang telah diambil. Ucapan “terlanjur” juga menjadi bentuk ketidakberdayaan diri kita untuk mengakui penyesalan tersebut dan memilih untuk menganggapnya tidak ada. Semua baik-baik saja, dan akan selalu begitu…meskipun hati sudah mulai dilingkupi rasa bersalah. Rasa bersalah ditambah sedikit penyesalan yang kelak akan semakin besar. Pertanyaan lantas muncul dalam pikiran saya, mungkinkah Tuhan mengijinkan kita salah memilih? Kan Tuhan Maha Baik dan Maha Kasih, kok tega banget sih kasih ke aku yang gak baik? Tuhan kenapa gak menyadarkan aku sebelum-sebelumnya, kalau begini kan sudah terlanjur jadinya, huhuhu… Saya ingin berkata, pilihan itu selalu ada di tangan kita. Kita yang memutuskan. Kita juga yang harus menanggung konsekuensinya dong. Terlalu picik rasanya kita menyalahkan Tuhan atas pilihan yang sudah kita ambil. Nah, jadi kuncinya terletak pada kriteria teman hidup. Doakan dan minta Tuhan yang menuntun setiap hati kita. Apakah kriteria ini telah sesuai dengan kehendak-Nya atau kehendakku? Apakah kriteria seperti ini akan menyenangkan hati Tuhan? Apakah ia tersenyum saat aku memanjatkan doa-doa untuk meminta datangnya pujaan hati yang kelak nanti akan menemani sisa hidupku? Jadi kembali lagi, sebagai orang yang sudah percaya dan mengenal Kristus, ingat kembali tujuan hidup kita ini. Untuk menyenangkan hati Tuhan semata. Segala mimpi, tindakan, perkataan, perilaku, dan semua-muanya adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Jadi, bolehlah kita bertanya, “Apakah sampai hari ini saya sudah menyenangkan hati Tuhan?” Kerinduan kita bukanlah terletak pada kesenangan kita, melainkan pada kesenangan Tuhan. Jadi, kriteria teman hidup dalam menentukan teman hidup saya percaya merupakan sarana yang baik bagi kita untuk mengerti apa yang terbaik dalam hidup ini. Yang terbaik menurut Tuhan mungkin bukan yang terbaik menurut kita. Namun, dengan bergumul dan mencari kehendak Allah di dalam doa maupun Firman-Nya, saya percaya perlahan-lahan kita akan mulai mengerti maksudnya Tuhan. Maksud Tuhan mengirimkan wanita yang seperti ini ke dalam hidup kita. Atau maksud Tuhan mengirimkan pria yang seperti itu. Seiring berjalannya waktu, saya pribadi berdoa, teman-teman bisa mengerti maksud Tuhan. Recommended for you
Oct 23, 2013 in love Kriteria berarti definisi atau standar dapat berbentuk poin-poin mengenai suatu hal. Kriteria berfungsi sebagai referensi untuk menentukan sesuatu atau untuk memberikan penjelasan tambahan. Kriteria teman hidup berarti definisi teman hidup yang dibuat sebagai referensi menentukan teman hidup. “Ngapain sih harus nulis kriteria? Nanti juga Tuhan akan kirim kok, yang terbaik lah menurut Tuhan. Kita tinggal percaya aja dan tunggu waktunya” Teman hidup Menulis Kriteria Teman Hidup Memang benar pendapat tersebut. Saya juga percaya bahwa Tuhan pasti akan kirimkan pria/wanita yang terbaik ke dalam kehidupan kita. Namun, nanti kalau Tuhan kirim wanita yang agak lemot mikirnya, yang mudah marah, dan rambutnya pendek bagaimana? Atau bagaimana kalau Tuhan mengirimkan seorang pria yang gendut, pendek, dan gampang memukul? Padahal kita ingin dapetin yang pintar, yang sabar, and rambutnya panjang. Atau yang tinggi, tubuh ideal, dan juga penyayang. “Menurut-Ku itulah yang terbaik. Katanya kamu akan menerima pria/wanita yang saya berikan, kan sudah yang terbaik,” kata Tuhan kemudian. “Tapi Tuhan… itu gak sesuai keinginan saya. Kan saya kepingin yang pinter, sabar, dan penyayang. Kok Tuhan tega amat sih.” Bukan maksud saya untuk mendiskreditkan orang dengan tipikal seperti itu. Saya hanya mengambil sebuah contoh untuk menggambarkan pentingnya kriteria dalam menentukan siapa teman hidup teman-teman. Itulah gunanya kriteria. Kita turut serta bersama Tuhan untuk mencari tulang rusuk kita yang hilang tersebut. Dia bukan Allah yang kejam yang menjadikan kita seperti robot, tanpa memikirkan perasaan kita. “Nih Daniel…saya berikan teman hidup kepada kamu. Hiduplah bersama dia selama kamu hidup dan bahagia ya. Kamu gak usah protes, ini udah yang terbaik.” “Tapi Tuhan, saya….” “Tidak!! ini sudah yang terbaik. Kamu jangan ngelawan ya!” kata Tuhan menambahkan. Saya percaya Dia ingin memberikan yang terbaik..dan Ia juga berharap yang terbaik itu juga kita iyakan. Istilahnya, kita dan Allah sepakat akan suatu hal dalam hal ini teman hidup, maka itu akan menjadi kenyataan. Tinggal tunggu waktunya saja. Tinggal butuh sedikit kesabaran dan penyesuaian hidup sampai datanglah seorang pria/wanita yang ternyata memenuhi semua kriteria itu. Akhirnya… Thanks God.. lanjut baca yuk Kriteria Teman Hidup 2 Recommended for you
Unduh PDF Unduh PDF Langkah pertama untuk mendekatkan diri kepada Tuhan adalah berdoa. Anda boleh berdoa dengan merangkai kata-kata sendiri, tidak harus berdoa “Bapa Kami”. Berbicaralah dengan Tuhan untuk menceritakan masalah yang Anda hadapi dan mensyukuri berkat-Nya. Berkonsultasilah dengan pastor untuk meminta penjelasan cara berdoa dan membaca kitab suci. Libatkan diri dalam kegiatan gereja dan junjung tinggi kejujuran melalui pikiran, perasaan, dan tindakan. 1Berusahalah mengenal atau mendekatkan diri kepada Tuhan dengan menyediakan waktu untuk menyendiri di tempat yang tenang dan bebas gangguan. 2Bebaskan diri dari beban pikiran dengan bernapas dalam-dalam. Setelah itu, mulailah berdoa dengan mengatakan “Ya, Tuhan, saat ini aku bersujud di hadapan-Mu. Aku mohon, biarkan aku merasakan kehadiran-Mu dan bicaralah kepadaku.” Pada awalnya, doa ini mungkin terasa agak aneh, tetapi percayalah bahwa Tuhan benar-benar mendengarkan dan memperhatikan Anda. Ingatlah pesan Yesus, “Mintalah maka kamu akan menerima.” Jadi, mintalah Tuhan berbicara kepada Anda. 3Tenangkan diri lalu ceritakan masalah Anda seperti sedang mengobrol dengan teman baik atau orang terdekat. Sampaikan juga hal-hal menyenangkan yang baru saja terjadi, misalnya tim Anda menjadi juara, orang yang Anda sukai mengajak Anda minum kopi, atau Anda baru saja mengenal teman baru. Jangan sungkan menceritakan semuanya sebab Tuhan selalu mendengar dan mengerti semua yang Anda katakan. 4Jangan menyombongkan/membanggakan diri atau berdoa agar terkesan hebat. Anda boleh menceritakan hal-hal yang hebat, mengajukan permintaan, meminta pertolongan, atau mengembangkan kebijaksanaan. Jangan berdoa hanya untuk kepentingan diri sendiri. 5Percayalah bahwa Tuhan selalu merencanakan yang terbaik pada waktu yang tepat. Mungkin permintaan Anda dikabulkan dengan cara yang berbeda sebab Tuhan melakukan segala sesuatu dengan alasan yang belum tentu kita mengerti. 6Akui dosa kepada Tuhan. Saat berdoa, ceritakan masalah yang sedang Anda hadapi dan hal-hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain berdoa, Anda boleh menulis jurnal untuk mencatat permintaan yang Anda ajukan dan jawaban dari Tuhan. 7Berdoalah sesering mungkin. Sudah sering kita dengar pesan yang mengatakan bahwa kita perlu berdoa beberapa kali setiap hari. Berdoalah dengan kata-kata yang berasal dari dalam hati. Bayangkan Anda sedang berlutut di hadapan Tuhan sambil menyaksikan dan memuji kemuliaan-Nya. Tuhan ingin menjadi teman terbaik bagi Anda dalam keadilan dan kebenaran. Tuhan adalah Hakim Agung yang suci sebab Ia adalah Kasih yang sempurna. Tuhan ingin agar Anda mampu berdoa dalam roh dan memahami artinya. Tuhan juga mengharapkan Anda mau berdoa untuk orang lain agar mereka bertobat dan kehidupannya dipulihkan. 8Jika Anda belum tahu cara berdoa secara Kristiani, tanyakan kepada teman yang beragama Kristen atau carilah informasi melalui internet. Iklan 1 Bayangkan Tuhan selalu ada di samping Anda sebab Ia selalu bersama Anda seperti teman karib. Dengan demikian, Anda akan lebih dekat dengan Tuhan karena lebih sering berbicara dengan-Nya. Selain itu, Anda akan memperoleh manfaat lain karena selalu memuji Tuhan dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Sadari bahwa Tuhan mampu dan akan berbicara kepada Anda melalui kehidupan sehari-hari. Adakalanya, Ia berbicara melalui perasaan saat Anda berdoa dengan cara yang belum Anda ketahui, melalui orang lain yang tidak tahu bahwa Anda berdoa untuknya, atau melalui peristiwa yang sangat luar biasa. Tuhan lebih sering memberikan jawaban jika Anda bertanya “Mengapa”, alih-alih “Apa” atau “Kapan” dan mungkin akan menjawab “Ya”, “Tidak”, atau “Nanti”. 2 Bertanyalah kepada pemimpin gereja, pendeta, pastor, atau guru bina iman. Pada umumnya, mereka sudah pernah belajar alkitab dan mengajukan pertanyaan yang sama. Tanyakan berbagai hal yang ingin Anda ketahui tentang Tuhan. Mengapa Tuhan memberikan kita kehendak bebas untuk berbuat dosa? Mengapa Tuhan membiarkan manusia menderita, mengapa manusia sulit berbuat baik. Mengapa Tuhan membiarkan anak-Nya menderita, disiksa, dan wafat di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Mengapa Yesus harus kembali kepada Bapa di surga. Mengapa Tuhan mengutus Roh Kudus, dll. 3 Pelajari alkitab. Bacalah firman Tuhan, yaitu sabda Allah yang tertulis dalam alkitab agar Anda bisa mendekatkan diri kepada Tuhan setelah lebih mengenal-Nya. Berusahalah memahami apa yang Tuhan inginkan dan tidak inginkan? Apa yang membuat Tuhan bahagia, sedih, atau marah? Apa yang berharga bagi Tuhan? Apa yang sia-sia di mata Tuhan? Bacalah alkitab setiap hari sebab Anda bisa menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut dan mendapatkan penjelasan mendetail. Belilah program membaca alkitab di toko buku atau carilah di internet dan pilihlah yang paling tepat untuk Anda. Program tersebut menjelaskan ayat-ayat alkitab dalam konteks kehidupan sehari-hari dan memberikan banyak pengetahuan! Belilah buku “Mutiara Iman” atau bacalah renungan harian di internet untuk menikmati janji Tuhan yang tidak berkesudahan, terutama ketika Anda menghadapi kesulitan. Bacaan tersebut mengarahkan Anda pada ayat-ayat kitab suci yang menjadi sumber kekuatan untuk mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. 4Jangan berjanji yang tidak sanggup Anda penuhi kepada Tuhan. Jika Anda tidak memenuhi janji, akui kesalahan dan pulihkan hubungan dengan Tuhan. Mungkin Anda juga harus meminta maaf kepada orang lain. Saat berdoa, amati apa yang Anda rasakan agar Anda lebih mengerti apa yang Tuhan inginkan. Bukalah hati dan jujurlah kepada Tuhan sebab Ia tahu isi hati Anda. Jadi, ungkapkan semuanya dengan jujur. Jika berbohong, Anda hanya membohongi diri sendiri sebab Tuhan mengetahui yang sebenarnya. 5 Berfokuslah saat mengikuti ibadah di gereja. Selain mendapatkan banyak pengetahuan, mengikuti ibadah dengan penuh perhatian membuat Anda merasa lebih terhubung dengan Tuhan. Jangan lupa mencatat hal-hal penting selama beribadah agar bisa dibaca lagi. Manfaatkan catatan untuk mempelajari cara menerapkan firman Allah dalam kehidupan sehari-hari. 6Berpartisipasilah dalam kegiatan gereja. Beribadah belum cukup jika Anda hanya ikut bernyanyi dan melakukan gerakan tertentu menundukkan kepala, berdiri, duduk, dll.. Lakukan berbagai kegiatan agar Anda menjadi orang yang memberkati dan diberkati, misalnya dengan bergabung sebagai sukarelawan, melakukan kegiatan sosial untuk membantu orang lain, dll. 7Jujurlah dalam pikiran, perasaan, dan tindakan. Berusahalah hidup suci sebab Tuhan adalah sumber kesucian. Tuhan akan membuka hati dan memberikan hal-hal yang sangat Anda harapkan jika Anda selalu menjaga kesucian hati dan pikiran. 8Hindari tindak kekerasan dan pertengkaran. Bacalah alkitab yang mengajarkan cara mengendalikan diri agar kehidupan Anda selalu tenang dan damai dalam kebenaran. 9Jika Anda beragama Katolik, terimalah Sakramen Pertobatan 2-3 bulan sekali. Dengan demikian, Anda bisa menjadi kehidupan Kristiani yang semakin baik dan semakin dekat kepada Tuhan. 10Bergabunglah dalam komunitas religius. Berapa pun usia Anda, berinteraksilah dengan orang-orang seiman untuk menumbuhkan dan menguatkan keyakinan Anda kepada Tuhan. Selain itu, Tuhan akan menjawab ketika 2 orang atau lebih berdoa dalam nama Yesus. Akan tetapi, Anda tidak perlu menjauhkan diri dari orang-orang yang tidak seiman. Saat berdoa, percayalah bahwa Tuhan sudah menyediakan apa yang Anda minta. Dengan iman yang kuat, Anda akan semakin dekat dengan Tuhan sehingga mampu menjalani kehidupan sehari-hari sesuai sabda Yesus. Iklan Tenanglah dan percayalah kepada Tuhan. Jika beban hidup Anda terasa sangat berat, tenangkan diri dan berusahalah menerima rencana Tuhan sebab rancangan-Nya selalu membawa kebaikan, alih-alih keburukan. “Berlakulah setia… Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik…” Mazmur 373. ”Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi” Yosua 19. Jangan berdoa dengan kata-kata yang tidak selaras dengan kata hati. Tuhan ingin Anda berkomunikasi dengan-Nya sebagai teman, bukan sekadar mengucapkan kata-kata yang tidak bermakna. Anda tidak harus menjadi pendeta, diakon, atau pastor agar bisa dekat dengan Tuhan. Hal ini bisa Anda alami dengan berdoa pribadi menggunakan kata-kata yang mudah dipahami dengan keyakinan seorang anak kepada bapanya atau benar-benar menjadi seperti anak kecil! Yesus bersabda “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” Lukas 1027. Ikuti pertemuan dan retret bagi kaum remaja atau dewasa untuk menyalakan semangat baru di dalam diri Anda. Berfokuslah pada Tuhan. Jangan pernah melupakan Tuhan, meskipun Ia mudah dilupakan. Carilah Tuhan selagi Anda bisa bertemu dengan-Nya. Dalam suka dan duka, Anda harus selalu bersyukur, memuji, dan memuliakan Tuhan karena semua yang sudah dan akan Ia lakukan untuk Anda. Dengan memberkati orang lain secara nyata, berkat berkelimpahan akan mengalir kepada Anda sehingga tumpah ruah dan memberkati lebih banyak orang. Berkati orang lain setulus hati, alih-alih sekadar ingin masuk surga atau mencapai keinginan tertentu. Walaupun hal ini sulit dilakukan, Anda akan menerima timbal balik yang nyata dan mengagumkan. Anda harus mencari dan mengenal Tuhan terlebih dahulu agar bisa menyenangkan hati-Nya sebab “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” “Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada”, “Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” Ibrani 116. Kemarahan adalah hal yang wajar, tetapi jangan marah sampai berbuat dosa, misalnya berkelahi sehingga melukai orang lain atau merusak benda-benda di sekitar Anda. Jangan menyimpan kemarahan sampai saatnya tidur malam. Selesaikan secepatnya di hari yang sama. Berusahalah mengendalikan kemarahan. Orang-orang yang mudah marah terkesan kurang beriman kepada Tuhan. Jika Anda ingin marah, berusahalah menenangkan diri. Membaca alkitab setiap hari berperan penting agar Anda semakin dekat kepada Tuhan. Jika Anda belum tahu harus mulai membaca dari mana, bacalah kitab Yohanes. Sebelum membaca alkitab, mintalah Tuhan membuka hati, jiwa, dan pikiran Anda terhadap hal-hal yang ingin Ia tunjukkan. Bacalah 1-2 bab per hari, satu bab di pagi hari dan satu lagi di malam hari sesuai jadwal harian Anda. Renungkan baik-baik apa yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Jika dilakukan setiap hari, membaca kitab suci sambil berdoa dan membahas makna setiap ayat dengan Tuhan merupakan cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. ”Bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan…” Mazmur 372-5.[1] Mintalah Tuhan menolong Anda saat menghadapi masalah. Mungkin Anda akan memperoleh solusi terbaik, meskipun bukan dengan cara yang Anda inginkan. Yesus bersabda “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” Lukas 119.[2] Akan tetapi, jangan memanfaatkan Tuhan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Hargai Tuhan seperti Anda menghargai teman, anggota keluarga, atau seseorang yang sangat berarti bagi Anda! ”Janganlah gelisah hatimu” Yohanes 1411. Tunjukkan kerendahan hati dengan berserah dan bersujud di hadapan Tuhan agar Ia meninggikan Anda.[3] Jadilah anak Tuhan atau manusia yang serupa dengan gambar Tuhan, yaitu manusia yang selalu berharap dan bersikap benar agar hidupnya diberkati Tuhan. Mintalah pengampunan dosa dari Tuhan jika Anda pernah berbuat salah. Iklan Peringatan ”Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?” Matius 2537. Pada hari penghakiman, Yesus akan berkata “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” Matius 2540. Allah berfirman “Kecongkakan mendahului kehancuran dan tinggi hati mendahului kejatuhan!” Amsal 1618. Pikirkan berbagai hal yang baik untuk orang lain, misalnya lebih banyak menolong, bersikap sopan, dan peduli kepada orang lain untuk berbagi Kasih Tuhan dengan mereka. Jangan sombong. Berbangga diri atas kerendahan hati dan keberhasilan tanpa menghargai kebaikan Tuhan dan orang lain adalah sikap rendah hati yang keliru. Pada umumnya, anak-anak atau remaja tidak mampu mencegah perpisahan orang tua atau keretakan rumah tangga jika suami/istri mengambil keputusan tersebut, misalnya karena ingin bercerai. Jadilah orang tua yang layak diteladani oleh anak-anak dengan hidup rukun dan harmonis sebagai salah satu cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
cara mencari teman hidup secara kristiani